Proses Penerjemahan

Proses Penerjemahan

Proses penerjemahan merupakan proses dimana penerjemah mengungkapkan BSu (Bahasa Sumber) melalui kemampuan, pengetahuannya atau keterampila yang dimilikinya ke BSa (Bahasa Sasaran). Setidaknya proses penerjemahan melalui tiga tahap berikut:

  1. Menganalisa pesan BSu
  2. Pengalihan
  3. Merekonstruksi ulang pesan dalam BSa
  4. Mengevaluasi dan merevisi

Pada tahap analisis dimana hubungan gramatikal dan makna dari tiap kata dan gabungan dianalisa dan ditelaah, baik makna tektual maupun kontektual menurut hubungan gramatikalnya. Hal ini dilakukan untuk memdapatkan makna yang ingin disampaikan dalam wacana tersebut.

Kemudian pada tahap pengalihan, materi yang telah dianalisa, ditelaah dan ditelusuri ditransfer dalam pemikiran penerjemahan dari BSu keBSa. Pada hahap ini otak akan bekerja untuk mencari kesepadanan dari setiap informasi yang diperoleh.

Tahap rekonstruksi ulang merupakan kegiatan dimana penerjamah mengungkapkan kembali materi yang telah diolah pada kedua tahap diatas sedemikian rupa sehingga hasil terjemahan terpahami atau berterima baik oleh gaya, kaidah ataupun gramatikan BSa

Setelah itu,  proses evaluasi harus dilakukan, seperti membandingkan serta mencocokan pesan dan kesan yang terlihat dari BSa dengan BSu. Pada tahap ini dilakukan peoses revisi demi revisi untuk menghindari kejanggalan dan kelemahan yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *