Previewing and Prediction – Reading Strategy

Previewing and Prediction – Reading Strategy

PREVIEWING AND PREDICTING

Previewing adalah suatu cara untuk melihat teks secara global. Tujuan previewing semata-mata untuk mendapatkan informasi umum mengenai kandungan suatu teks, terutama topik teks bacaan, melakukan previewing sebelum membaca teks memberikan kontribusi penting pada proses pemahaman informasi dengan cepat.

Previewing dilakukan dengan cara melihat kalimat-kalimat pertama dan kalimat terakhir pada masing-masing paragraf. Hal ini karena pola penulisan orang-orang berbasis bahasa Inggris punya kecenderungan induktif, “straight to the point” Dalam hal demikian, kalimat topik hampir selalu muncul pada kalimat-kalimat pertama masing-masing paragraf.

Predicting merupakan kemampuan menduga atau memperkirakan apa yang akan datang dengan  memanfaatkan petunjuk yang bersifat gramatikal, logis dan kultural. Sebelum membaca sebuah buku, biasanya kita memperkirakan isi buku tersebut dari gambar sampul atau dari judulnya kemudian kita membaca abstraknya yang terdapat di sampul bagian belakang buku tersebut.

Selain mengira isi sebuah buku, kita juga bisa mengira isi suatu artikel dan paragraf. Sebuah artikel terdiri dari beberapa paragraf, sebagai pembaca kita bisa menebak isi paragraf dari setiap artikel.

Pada pembahasan ini khususnya kita akan membahas tentang memperkirakan kalimat terakhir dari sebuah paragraf. Misalnya, saat ini kita sedang membaca paragraf 1, kemudian membaca paragraf 2, 3, dan seterusnya. Jadi sebelum meneruskan ke paragraf 2 kita bisa mengira-ngira isi dari paragraf tersebut dari kalimat terakhir dari paragraf 1. Juga, kita bisa mengira-ngira kalimat terakhir dari satu paragraf yang sedang kita baca.

Contoh:

Tentukan kalimat terakhir dari paragraf berikut ini.

Back in the fifteenth century, in a tiny village near Nuremberg, lived a family with eighteen children. Eighteen! In order merely to keep food on the table for this mob, the father and head of the household, a goldsmith by profession, worked almost eighteen hours a day at his trade and any other paying chore he could find in the neighborhood. Despite their seemingly hopeless condition, two of Albrecht Durer the Elder’s children had a dream. 

  • His closing words were, “And now, Albert, blessed brother of mine, now it is your turn. Now you can go to Nuremberg to pursue your dream, and I will take care of you.”
  • They both wanted to pursue their talent for art, but they knew full well that their father would never be financially able to send either of them to Nuremberg to study at the Academy.
  • Finally, Albert rose and wiped the tears from his cheeks. He glanced down the long table at the faces he loved, and then, holding his hands close to his right cheek, he said softly, “No, brother.

Perhatikan kalimat terakhir dari penggalan paragraf. Dan biasanya kalimat terakhir biasanya merupakan kesimpulan dari paragraf yang ditandai dengan kata seperti finally, at the end, at last, dll. Tapi tidak semua kalimat yang diawali oleh kata-kata ini merupakan kalimat terakhir.

Maka jawaban yang tepat adalah b, karena a walaupun diawali oleh finally tapi tidak sesuai dengan konteks kalimat sebelumnya. Opsi c sama sekali tidak sesuai dengan konteks kalimat. Opsi b, diawali oleh they both yang sesuai dengan penggalan kalimat terakhirnya yakni two.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *